Kesiswaan
Sportivitas dan Semangat Juang Antarkan Tim Futsal SMANSI Raih Juara 2 FUCOS BASTIS 2025

Sportivitas dan Semangat Juang Antarkan Tim Futsal SMANSI Raih Juara 2 FUCOS BASTIS 2025

Di bawah terik lampu Wahana Ekspresi Poesponegoro, sorak sorai penonton menggema memenuhi ruangan. Di tengah riuh itu, tim futsal SMAN 1 Sidayu—yang akrab disapa SMANSI—berdiri tegak dengan kepala tegak, menyimpan semangat juang yang tak pernah padam. Mereka baru saja menuntaskan pertandingan terakhir di ajang FUCOS BASTIS 2025, dan hasilnya sungguh membanggakan: Juara 2 Futsal SMA se-Kabupaten Gresik, Lamongan, dan Surabaya.

Perjalanan menuju posisi itu tidaklah mudah. Sejak babak penyisihan yang dimulai 28 September 2025, para pemain berlatih setiap sore di lapangan sekolah, memantapkan strategi dan kekompakan. “Kami sempat merasa gugup di pertandingan awal,” ungkap Reynald Auldrey Ananta Vidada, sang kapten tim. “Tapi begitu peluit dibunyikan, semua berubah jadi semangat.”

Bersama rekan-rekannya—Ahmad Thufeil Kayyis, M. Faishol Idrok Al Mumtaz, Abdi Galang Firmansyah, Mikola Meylhaq Al Faraby, Ahmad Ashroful Khoir, Risfie Rendra Febriano, M. Syauqi At-Tamimi, Muhammad Annafi Efendi, dan Muhammad Raditya Nibras Wiryawan—Reynald membawa SMANSI menembus setiap babak dengan determinasi tinggi.

Meski sempat tertinggal skor di semifinal, tim SMANSI bangkit dengan permainan cepat dan koordinasi rapi. Mereka membalikkan keadaan dan memastikan tiket ke final. Laga puncak berlangsung sengit, dan meski harus puas di posisi kedua, tak ada wajah kecewa di antara mereka—hanya rasa syukur dan bangga.

Kepala sekolah, Abdul Hasib, yang turut hadir mendukung, memberikan apresiasi atas pencapaian tersebut. “Anak-anak ini luar biasa. Mereka bermain dengan hati, menjunjung sportivitas, dan menginspirasi kita semua tentang arti perjuangan,” tuturnya bangga.

Bagi tim futsal SMANSI, gelar juara dua bukan akhir, melainkan pijakan untuk langkah berikutnya. Mereka bertekad untuk terus berlatih dan memperkuat tim agar bisa membawa pulang trofi utama di turnamen mendatang. “Kami sudah membuktikan kalau semangat bisa mengalahkan rasa takut,” tambah Reynald sambil tersenyum.

Di akhir hari, ketika sorotan lampu perlahan padam dan tribun mulai sepi, satu hal tetap menyala—semangat anak-anak SMANSI yang terus berlari mengejar mimpi, bukan hanya di lapangan futsal, tapi juga dalam kehidupan.